Jasmev

|
Kartika Katolik
Jasmev diketuai oleh wanita abal abal yakni Kartika Djoemadi yang suka nyamar jadi muslimah padahal sejatimya Kartika adalah seorang missionaris katolik.
Kartika Djoemadi Koordinator Jokowi-Ahok Social Media Valunteers (JASMEV) dinilai sudah melecehkan Umat Islam. Menurut Tokoh Muda Muhammadiyah Mustofa Nahrawardaya, Kartika sudah melakukan penipuan yang sudah termasuk penistaan agama.

Menurut Mustofa, Kartika menipu karena berpura-pura menjadi Muslimah. Ia mengungkapkan, Dee Dee panggilan Kartika memang dekat dengan kalangan Muhammadiyah, bahkan sering datang ke Muhammadiyah.

“Walau sering ke Muhammadiyah, Dee tidak pernah mengaku sebagai Katolik. Yang kami tahu Dee seorang Muslimah. Bahkan Dee sering menceramahi saya tentang tidak wajibnya seorang Muslimah berjilbab. Dee juga pernah bilang, memilih pemimpin non-Muslim itu tidak apa-apa,” ungkap Mustofa seperti dilansir Itoday, Kamis (24/1/2013) .

Mustofa memang tersinggung, bukan hanya karena kebohongan publik yang dilakukan Kartika. Menurutnya Kartika sendiri sangat lancang karena menyuruh Ketua PP Muhammadiyah untuk memecatnya. Sikap Kartika itu merupakan reaksi atas sikap Mustofa yang terus mengkritisi kebijakan Jokowi di Jakarta.

Kartika Djoemadi, Koordinator Jokowi-Ahok Social Media Valunteers (JASMEV) dinilai sudah melecehkan Umat Islam. Menurut Tokoh Muda Muhammadiyah Mustofa Nahrawardaya, Kartika sudah melakukan penipuan yang sudah termasuk penistaan agama.
Menurut Mustofa, Kartika menipu karena berpura-pura menjadi Muslimah. Ia mengungkapkan, Dee Dee panggilan Kartika memang dekat dengan kalangan Muhammadiyah, bahkan sering datang ke Muhammadiyah.
“Walau sering ke Muhammadiyah, Dee tidak pernah mengaku sebagai Katolik. Yang kami tahu Dee seorang Muslimah. Bahkan Dee sering menceramahi saya tentang tidak wajibnya seorang Muslimah berjilbab. Dee juga pernah bilang, memilih pemimpin non-Muslim itu tidak apa-apa,” ungkap Mustofa seperti dilansir Itoday, Kamis (24/1/2013) .
Mustofa memang tersinggung, bukan hanya karena kebohongan publik yang dilakukan Kartika. Menurutnya Kartika sendiri sangat lancang karena menyuruh Ketua PP Muhammadiyah untuk memecatnya. Sikap Kartika itu merupakan reaksi atas sikap Mustofa yang terus mengkritisi kebijakan Jokowi di Jakarta.
- See more at: http://www.arrahmah.com/read/2013/01/28/26357-awas-kartika-djoemadi-umat-katolik-yang-menyusup-ke-muhammadiyah-untuk-mengadu-domba-umat-islam.html#sthash.n8w71A5m.dpuf
Kartika Djoemadi, Koordinator Jokowi-Ahok Social Media Valunteers (JASMEV) dinilai sudah melecehkan Umat Islam. Menurut Tokoh Muda Muhammadiyah Mustofa Nahrawardaya, Kartika sudah melakukan penipuan yang sudah termasuk penistaan agama.
Menurut Mustofa, Kartika menipu karena berpura-pura menjadi Muslimah. Ia mengungkapkan, Dee Dee panggilan Kartika memang dekat dengan kalangan Muhammadiyah, bahkan sering datang ke Muhammadiyah.
“Walau sering ke Muhammadiyah, Dee tidak pernah mengaku sebagai Katolik. Yang kami tahu Dee seorang Muslimah. Bahkan Dee sering menceramahi saya tentang tidak wajibnya seorang Muslimah berjilbab. Dee juga pernah bilang, memilih pemimpin non-Muslim itu tidak apa-apa,” ungkap Mustofa seperti dilansir Itoday, Kamis (24/1/2013) .
Mustofa memang tersinggung, bukan hanya karena kebohongan publik yang dilakukan Kartika. Menurutnya Kartika sendiri sangat lancang karena menyuruh Ketua PP Muhammadiyah untuk memecatnya. Sikap Kartika itu merupakan reaksi atas sikap Mustofa yang terus mengkritisi kebijakan Jokowi di Jakarta.
- qqqqqqqSee more at: http://www.arrahmah.com/read/2013/01/28/26357-awas-kartika-djoemadi-umat-katolik-yang-menyusup-ke-muhammadiyah-untuk-mengadu-domba-umat-islam.html#sthash.n8w71A5m.dpuf
Kartika Djoemadi, Koordinator Jokowi-Ahok Social Media Valunteers (JASMEV) dinilai sudah melecehkan Umat Islam. Menurut Tokoh Muda Muhammadiyah Mustofa Nahrawardaya, Kartika sudah melakukan penipuan yang sudah termasuk penistaan agama.
Menurut Mustofa, Kartika menipu karena berpura-pura menjadi Muslimah. Ia mengungkapkan, Dee Dee panggilan Kartika memang dekat dengan kalangan Muhammadiyah, bahkan sering datang ke Muhammadiyah.
“Walau sering ke Muhammadiyah, Dee tidak pernah mengaku sebagai Katolik. Yang kami tahu Dee seorang Muslimah. Bahkan Dee sering menceramahi saya tentang tidak wajibnya seorang Muslimah berjilbab. Dee juga pernah bilang, memilih pemimpin non-Muslim itu tidak apa-apa,” ungkap Mustofa seperti dilansir Itoday, Kamis (24/1/2013) .
Mustofa memang tersinggung, bukan hanya karena kebohongan publik yang dilakukan Kartika. Menurutnya Kartika sendiri sangat lancang karena menyuruh Ketua PP Muhammadiyah untuk memecatnya. Sikap Kartika itu merupakan reaksi atas sikap Mustofa yang terus mengkritisi kebijakan Jokowi di Jakarta.
- See more at: http://www.arrahmah.com/read/2013/01/28/26357-awas-kartika-djoemadi-umat-katolik-yang-menyusup-ke-muhammadiyah-untuk-mengadu-domba-umat-islam.html#sthash.n8w71A5m.dpuf
pembual lagi blusukan
Karena menganggap Jokowi 'menggombali' rakyat DKI, kemudian diajukan gugatan terhadap Jokowi didaftarkan tim advokasi Jakarta Baru pada Rabu, 19 Maret 2014, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Sejatinya memang Jokowi hanyalah penghianat kutu loncat yang senang loncat loncat dengan di bantu oleh media media kristen yang sangat bernafsu untuk menjajah Indonesia.


"Kami mau mengembalikan Jokowi ke fitrahnya sebagai gubernur dan menyelesaikan tugas-tugasnya," kata koordinator tim advokasi, Ade Dwi Kurnia, di PN Jakarta Pusat.

Ade mengatakan gugatan tim advokasi tidak berkaitan dengan status Jokowi sebagai calon presiden dari PDI Perjuangan. "Tidak ada hubungannya dengan capres-mencapres, gugatan ini karena Jokowi meninggalkan jabatan sebagai gubernur sebelum merealisasikan janji-janjinya untuk melaksanakan program kerakyatan," katanya. Ade juga membantah keterlibatan Gerindra dalam pengajuan gugatan ini. "Tidak ada sama sekali," ujarnya






Dia mengatakan sikap Jokowi berhenti sebagai gubernur sebelum merealisasikan program-program kerakyatan yang dijanjikan sangat tidak patut dan melawan hukum. Dia mendasarkan gugatannya pada Pasal 1365 KUH Perdata. Terdapat lima poin gugatan yang dimohonkan penggugat ke majelis hakim, di antaranya menghukum tergugat (Jokowi) untuk terus melaksanakan tugasnya sebagai Gubernur DKI periode 2012-2017 hingga akhir masa jabatannya.

Ketika mendaftarkan gugatannya, tim advokasi menyertakan sejumlah berkas, di antaranya nota kesepakatan di atas materai Rp 6.000 antara Jokowi-Ahok dan Serikat Rakyat Miskin Indonesia.
 

Di antara kesepakatan yang memuat sembilan poin itu, Jokowi disebut akan memperjuangkan pendidikan gratis dan berkualitas untuk rakyat miskin; memperjuangkan perumahan murah, layak, dan manusiawi untuk rakyat; serta memperjuangkan harga sembako murah dan terjangkau.

Tim advokasi juga menyertakan berkas kontrak politik antara Jokowi-Ahok dan Ketua Komite Sentral Pemberdayaan Masyarakat (SPM) Nelly Rosa Yulhiana. Di antara butir-butir dalam kontrak politik itu, Jokowi dan Ahok ditulis berjanji akan mendukung dan memfasilitasi segala kegiatan program SPM dalam perjuangan pemberdayaan masyarakat.

Gugatan terhadap Jokowi diajukan dengan mekanisme gugatan perwakilan kelompok (class action) berdasarkan Peraturan MA Nomor 1 Tahun 2002.

Dalam gugatan ini, pihak yang menjadi perwakilan masyarakat DKI Jakarta adalah Ketua Komite Sentral Pemberdayaan Masyarakat Nelly Rosa Yulhiana dan Ade Dwi Kurnia dari tim advokasi Jakarta Baru. Tim advokasi Jakarta Baru adalah tim yang berisi advokat profesional yang mendukung Jokowi saat pemilihan Gubernur DKI Jakarta pada 2012.

Para sponsor Jokowi sudah kebelet pengin Jokowi segera menjadi presiden, dan menduduki jabatan presiden, maka tak peduli lagi janji-janjinya terhadap rakyat.

Rakyat hanya 'digombali' oleh Mega dan Jokowi, dan menikmati pujian-pujian palsu dari para 'pendukung'nya yang sengaja membuat Jokowi, sebagai manusia 'super', yang sejatinya hanya abal-abal.

Di DKI Jakarta saja, belum menghasilkan apapun, sekarang sudah mencalonkan diri sebagai calon presiden. Benar-benar 'gombal' Jokkowi.


Pembual JokowiKetua Umum PDIP, Megawati, sudah tidak tahan lagi, menghadapi desakan dari kalangan konglomerat Cina, yang sudah begitu luar biasa memberikan dukungan kepada Jokowi, yang sejatinya masih keturunan Cina, maju menjadi calon presiden pada pilpres 2014, Jum’at, 14/3/2014.

Sebenarnya Jokowi adalah punya nama Cina yaitu Wie Jo Koh. Nama ini diberikan oleh orang tuanya berdasarkan nama seorang leluhurnya yang pertama kali datang ke  Indonesia, Wie Jok Nyan. Sehingga jelaslah Jokowi adalah seorang Cina bermarga Wie.

Sejak Jokowi menjadi Gubernur DKI Jakarta, belum ada progres apapun, seperti mengatasi banjir, kemacetan, dan sejumlah masalah sosial di Jakarta, termasuk soal korupsi, sebaliknya dalam pengadaan 1.000 bus Transjakarta, yang senilai Rp 1 triliun, sudah terbukti adanya kolusi dan korupsi, dan melibatkan pendukungnya.

Bagaimana kalau jadi presiden, pasti akan mengulangi sejarah Megawati, yang memberikan ampunan konglomerat Cina, yang sudah merampok dan ngemplang dana  BLBI Rp. 650 triliun?

Akibat kasus bail out BLBI itu, bangsa Indonesia menjadi 'kere dan jembel', dan uang itu dikeruk para konglomerat Cina, tidak dibayar, sementara sampai sekarang pemerintah melalui APBN harus masih terus membayar bunganya, setiap tahun, puluhan triliun, sampai tahun 2030!

Tetapi konglomerat Cina, diantaranya James Riyadi, pemilik LIPPO yang sudah menjadikan Jokowi sebagai ‘boneka’, melalui media massa, termasuk media sosial, dan sejumlah sukarelawan menggelembungkan nama Jokowi, ke tingkat paling atas.

Sekarang 'boneka' itu benar-benar dimainkan menjadi calon presiden,  guna merengkuh kekuasaan. Bahkan, di situs-situs dan media massa, sudah menampilkan gambar Jokowi sudah menggunakan seragam presiden dan berada di Istana.

Jasmev (Jokowi-Ahok sosial media valunteer), membanjiri berbagai tulisan yang menyanjung Jokowi, kemudian membuat survei secara konsisten dengan menempatkan Jokowi diurutan paling atas diantara para calon presiden. Inilah yang mempengaruhi opini nasional, seakan Jokowi manusia 'ajaib' yang bisa memberikan obat mujarab bagi bangsa Indonesia. 

Kelompok-kelompok 'politik' pendukung Jokowi dengan menggunakan nama PDIP ‘Projo’ (Pro-Jokowi) terus mendesakkan kepada Mega agar segera menetapkan Jokowi, sebagai calon presiden dari PDIP dalam pemilu presiden tahun 2014 ini. Nampaknya, desakan-desakan berbagai kelompok kepentingan, membuat Mega harus menerima, dan kemudian mendeklarasikan pencalonan Jokowi sebagai calon presiden dari PDIP.

Skenario yang bakal terjadi pasca pemilu legislatif dan pemilu presiden 2014, di mana PDIP mendapat suara mayoritas di parlemen, dan Jokowi menang, maka sekaligus presiden Indonesia keturunan Cina, dan ibukota Republik Indonesia, Jakarta, beralih ke tangan A Hok.

Benar-benar seperti dalam cerita silat, sekali tepuk ‘dua nyawa’. Cina mengangkangi Republik Indonesia, sekaligus mengangkangi ibukota Jakarta. Pribumi hanya menjadi 'budak' dan 'kuli' orang Cina. 


Sungguh ironis bahwa jokowi bisa memilih partner macem ahokyang anti agama sebagaimana terbukti bahwa ahok pernah mengeluarkan komentar yang berbau sara seperti berikut :

Ahok membuat pernyataan Blunder dan dinilai banyak kalangan menghina beragama, Menurut Ahok, kalau (Lady Gaga) Bertentangan dengan ajaran agama yang dianut, jangan ditonton. “Kalau bertentangan dengan agama saya, saya enggak nonton,” ujarnya.

Memang lady gaga lebih sopan dari pada kisah dalam alkitab karena itulah ahok sangat mendukung ama penyanyi porno lady gaga, karena dalam alkitab sendiri ada yang lebih jorok, tentang tuhan dalam alkitab yang cemburu ama seorang wanita sundal atau wanita tuna susila alias pelacur...  yaitu :

"Pada setiap persimpangan jalan engkau membangun bukit pengorbanan dan menjual kecantikanmu menjadi kekejian dengan merenggangkan kedua pahamu bagi setiap orang yang lewat, sehingga persundalanmu bertambah-tambah." "Engkau bersundal dengan orang Mesir, tetanggamu, si aurat besar itu, sehingga persundalanmu bertambah-tambah, yang menimbulkan sakit hati-Ku" (yehezkiel 16:25-26)

Komentar ahok yang sinis terhadap agama :

Kemudian Ahok melanjutkan “ Kita tidak boleh taat pada ayat suci. Kita harusnya taat kepada ayat-ayat konstitusi”  


Itulah komentar arogan ahok yang tidak memperdulikan ayat ayat suci dari alkitab dan mengharuskan patuh kepada ayat konstitusi karena ayat konstitusi hukum buatan manusia lebih suci dan lebih bijaksana daripada ajaran alkitab sendiri, karena emang siapa yang sanggup menjalankan ajaran yesus seperti tersirat di bawah ini....???

"Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah."    
"Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya."
"Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka."
"Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka." 
Matius 5:27-30

Dalam ayat matius 5:27-30 tidak ada ayat yang menyiratkan penebusan dosa malah tangan yang berdosa harus di potong... 


Nyanyi Nyanyi di hari minggu...???
“Berfirmanlah Tuhan kepada Musa: “Katakanlah kepada orang Israel, demikian: Akan tetapi hari-hari Sabat-Ku harus kamu pelihara, sebab itulah peringatan antara Aku dan kamu, turun-temurun, sehingga kamu mengetahui, bahwa Akulah Tuhan, yang menguduskan kamu. Haruslah kamu pelihara hari Sabat, sebab itulah hari kudus bagimu; siapa yang melanggar kekudusan hari Sabat itu, PASTILAH IA DI HUKUM MATI, sebab setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari itu, ORANG ITU HARUS DI LENYAPKAN DARI ANTARA BANGSANYA.” (Ke131:12-14) 
Beranikah jasmev memberitakan ajaran yesus di atas tersebut ke segala bangsa seperti anjuran dalam bible....???  
mustahil karena sejatinya semua kristen adalah pengikut paulus... yang senang mengutuk yesus ....!!!

"Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!”  Galatia 3:13 

Mudah mudahan pasukan Jasmev memberitakan ajaran nyeleneh yesus tersebut ke segala bangsa...? 

Seharusnya jokowi tidak pantas mengimami shalat berjamaah karna bacaan Al Fatehah nya amburadul namun demi ambisinya cari muka jokowi nekat jadi imam.


 
Jokowi lebih peka peduli terhadap monyet ketimbang rakyat jelata karena emang ada tali kekeluargaan dengan monyet, biasa pejabat beraninya ama wong cilik kalo ama pejabat koruptor pasti mikir ribuan kali dan yang pasti cuma mikir dan no action.
























Seorang facebooker yang mengaku sebagai anggota Jasmev (Jokowi Ahok Social Media Volunteer) yang sudah tobat, Fanya Fanila, semalam, Sabtu, 14 Maret 2015 mengunggah sebuah tips untuk menghadapi serangan pasukan cyber pendukung Jokowi – Ahok.

Ternyata, melawan pasukan cyber pendukung Jokowi – Ahok tak sulit. Begini caranya..

“Cara melawan Jokowi sebenarnya sungguh sangat sederhana, yaitu dengan kebenaran, sebab seperti kata kalimat bijak, kebenaran akan membebaskanmu. Kebenaran macam apa yang dapat digunakan untuk menghantam Jokowi dan Jasmev yang tidak punya etika itu? Kebenaran mengenai Jokowi dan Jasmev itu sendiri, sebab yang harus selalu diingat adalah semua hal yang ditampilkan Jokowi dan Jasmev adalah ilusi, sekedar trik sulap untuk menipu mata rakyat, sesederhana itu, dan tidak rumit.,” demikian tulis Fanya.

Alasan Jasmev membully pihak yang membuka rahasia trik sulap Jokowi, menurut Fanya, adalah untuk mengubur rahasia itu sekaligus mengubur pihak yang membukanya dengan membully. Satu-satunya cara melawan Jokowi adalah dengan membuka kebenaran tentang Jokowi, dan Jasmev.

“Contoh, Jokowi dan pihak di belakang Jasmev, Kartika Djoemadi memiliki satu persamaan signifikan, yaitu sama-sama pembohong dan penipu, bila Jokowi telah lebih dari enam puluh kali berbohong kepada rakyat Jakarta, maka Kartika Djoemadi telah berbohong kepada publik karena mengaku-ngaku lulusan Phd dari Amsterdam dan bekerja di Universitas Paramadina padahal tidak benar dan sudah dibantah oleh pihak universitas,” demikian tulis Fanya lagi.

Membongkar kebohongan Jokowi, Kartika Djoemadi dan Jasmev, tambah Fanya, sesungguhnya tidak sulit karena mereka telah melakukan begitu banyak kebohongan sehingga bahkan bila Stan Greenberg turun tangan langsung dia juga tidak akan mampu mengubur semuanya dengan sempurna.

“Membongkar kebohongan Jokowi itu sangat gampang sebab kebohongan itu secara gamblang terpampang di depan mata setiap warga dan rakyat Indonesia,” tulis Fanya.

“Memperhatikan sepak terjang Jokowi selama 1,5 tahun terakhir saya berhasil menemukan rumus cara menemukan kebohongan Jokowi dan rumus tersebut adalah setiap kalimat, setiap kata, setiap huruf dan setiap titik yang keluar dari mulut Jokowi dan Jasmev adalah kebohongan, sehingga tugas kita menemukan kebenaran yang tentu saja bertolak belakang dari apa yang disampaikan Jokowi dan Jasmev,”imbuhnya.

Tugas selanjutnya susah-susah gampang, yaitu bertahan melawan gempuran Jasmev yang mencoba mencegah informasi tentang kebohongan Jokowi tersebar kepada khalayak ramai. Bagi yang tidak tahu cara
melawan troll internet seperti Jasmev maka melawan mereka adalah sangat sulit dan makan hati, tapi bagi yang sudah tahu caranya maka melawan Jasmev luar biasa gampang sehingga kita bisa menang dalam 1000 pertempuran melawan Jasmev dengan mata tertutup.

Untuk melawan Jasmev yang perlu kita ketahui adalah bahwa mereka termasuk sebagai Troll internet. Apa itu troll? Troll internet adalah kelompok pengguna internet yang biasanya masuk ke sebuah diskusi tentang suatu topik dengan tujuan mengacaukan diskusi tersebut, baik dengan tiba-tiba memaki dan berkata kasar sehingga memancing keributan atau berpura-pura bego. Troll sebenarnya sudah ada sejak dunia message board ada di internet, namun salah satu troll bayaran pertama di Indonesia atau troll profesional adalah Jasmev.

Lantas bagaimana cara melawan mereka? Gampang, lagi-lagi dengan kebenaran.

Quote:Pertama dengan menyadari bahwa orang yang kita hadapi adalah Jasmev yang sedang ngetroll, dan setelah itu kita memiliki dua pilihan, yaitu dengan cuekin Jasmev alias troll itu dan membiarkan sang troll ngomong sendiri
Quote:Kedua melawan troll dengan terus menulis kebenaran mengenai Jokowi terlepas dari upaya mereka melencengkan topik yang sedang dibahas.

Pilihan pertama gampang, tapi pilihan kedua ada seni tersendiri, dan yang terpenting adalah terlepas usaha Jasmev mengubah topik baik dengan kata-kata kasar ataupun mengalihkan topik, maka kita harus membalikan ke topik semula dan terus berusaha supaya kendali pembahasan sepenuhnya berada di tangan kita dengan terus kembali kepada kebenaran mengenai kebohongan Jokowi.

Fanya pun memberi ilustrasi bagaimana cara mengendalikan trit (thread, red) yang sudah disusupi Jasmev

Quote:Kita: Kenapa Jokowi berbohong kepada warga Jakarta? Kemarin bilang mau mengurus Jakarta selama lima tahun, kok sekarang nyapres?
Quote:Jasmev: kamu pasti panasbung, utusan Prabowo bla bla bla…
Quote:Kita: tidak ada hubungan, sekarang jawab, kenapa Jokowi berbohong? Masa pemimpin suka berbohong dan meninggalkan tanggung jawab?
Quote:Jasmev: Dasar panasbung yang tidak mau melihat Indonesia maju.
Quote:Kita: Pemimpin pembohong tidak akan pernah bisa memajukan Indonesia. Kenapa kita harus memilih pemimpin pembohong?
Quote:Jasmev: dibayar berapa kamu oleh lawan Jokowi?
Quote:Kita: Di atas ada beberapa pertanyaan, kok tidak dijawab sih?
Quote:Jasmev: pasukan nasi bungkus lu, cela Jokowi karena gak bisa korupsi di bawah Jokowi yah?

Quote:Kita: Selain pembohong, Jokowi juga membiarkan temannya Michael Bimo korupsi pengadaan bus transjakarta, jadi kenapa kita harus milih dia mengurus Indonesia? Jawab, atau tidak bisa jawab?

Demikianlah tips yang disajikan Fanya Fanila.



Memang, meski pilpres sudah usai, tapi pasukan cyber pendukung Jokowi – Ahok masih terasa keberadaannya di ruang media sosial. Untuk mengawal Jokowi dan Ahok, mereka masih sering menggunakan teknik-teknik troll seperti yang diungkap Fanya di atas. Untuk menghadapinya, sudah pernahkah Anda mencoba tips ini? Jika belum, mungkin tips Fanya tadi bisa bermanfaat.


Kebohongan yang selalu mereka lancarkan sejatinya adalah pengamalan dari ajaran yesus dan paulus yang suka membohongi orang orang pada jamanya.

Janji janji politik  yesus...
"Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya."
"Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya DI ANTARA ORANG YANG HADIR DISINI ADA YANG TIDAK AKAN MATI sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya."  matius 16:27-28


Semua murid murid yesus yang mendengar secara langsung janji janji muluk yesus itu sudah mati semua sambil harap harap cemas di jemput yesus ribuan tahun yang lalu tapi yesus ga nongol nongol juga.. 


Bualan Paulus
“Karena Tuhan sendiri akan turun dari sorga dengan suatu sorak dengan suara penghulu malaikat dan dengan berbunyi sangkakala Alah, maka segala yang mati di dalam kristus akan bangkit dahulu”.
“Kemudian KITA YANG SEDANG HIDUP, yang telah tertinggal ini, akan diambil kedalam awan bersama-sama dengan mereka itu menghadap Tuhan didalam awang-awangan, demikianlah kelak kita senantiasa bersama-sama dengan Tuhan”. (I telasonika 4 : 16-17)


Ternyata ramalan Paulus ini meleset. Paulus tidak dibawa Yesus keawang-awangan kemudian terus ke surga, melainkan paulus dibunuh di penggal oleh kaisar Nero pada tahun 64 masehi.


“Apa yang aku (Paulus) katakan, aku mengatakannya bukan sebagai orang yang berkata menurut firman tuhan, melainkan sebagai orang BODOH yang berkeyakinan, bahwa ia boleh bermegah sedikit”. (II Korintus 11 : 17).

Begitulah ajaran yesus yang selicik ular suka ngebohong !!!!
"Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati." matius 10:16